Infografis
Kumpulan anak muda yg tergabung dalam BEM se-Kalimantan Selatan dalam aksinya menyampaikan delapan tuntutan terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Aksi yang dilaksanakan di Banjarmasin ini menyoroti kondisi karhutla yg tak kunjung selesai dan berdampak pada masyarakat sekaligus mendesak pemerintah untuk memperkuat penanganan dan pertanggung jawaban atas bencana yang masih terjadi.
Dalam aksi ini, salah satu tuntutan yg disodorkan adalah meminta status bencana ditetapkan sebagai bencana nasional. Selain itu, aksi ini juga meminta pemerintah fokus dalam memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak, seperti akses kesehatan, air bersih, BBM dan listrik.
Source: @virdian_aurellio
#kalimantan #karhutla
Lewat unggahan akun pribadinya @jerhemynemo , seorang konten kreator Jerhemy Owen menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang hingga sekarang masih belum mereda.
Dalam video itu, Owen berada langsung di tengah lahan yang sudah menghitam, dengan sisa batang pohon dan arang di sekelilingnya, sambil mengenakan masker respirator. Lewat tulisan di videonya, Owen Mengungkapkan bawa hutan Kalimantan masih terbakar setelah lebih dari 60 hari. Ia juga menjelaskan bahwa kawasan itu merupakan lahan gambut, sehingga api tidak selalu terlihat di permukaan karena bisa menjalar di bawah tanah.
Melalui unggahannya, Owen mengajak publik untuk tidak melupakan warga yang terdampak kabut asap dan kesulitan air. Ia juga berterima kasih kepada semua yang sudah ikut berdonasi lewat penggalangan dana Patungan untuk Hutan di Kitabisa, sekaligus mengajak lebih banyak orang mendukung kegiatan darurat, mitigasi, dan restorasi hutan di Indonesia.
Semoga Kalimantan segera membaik.
#karhutla #kalimantan #borneo
Pemerintah resmi membentuk Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) setelah melakukan rapat terbatas bersama 20 akademisi dan pakar gambut di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Pembentukan BPGMN merupakan hasil rekomendasi para peneliti dan ahli gambut dengan salah satu fokus utama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa lembaga ini akan berada langsung di bawah Presiden dan melibatkan ilmuwan serta tenaga profesional untuk memperkuat upaya pencegahan di enam provinsi prioritas berbasis gambut, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kehadiran BPGMN menjadi babak baru setelah sebelumnya pemerintah membubarkan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) pada akhir Desember 2024. BRGM sendiri dibentuk pada 2016 sebagai respons atas karhutla besar tahun 2015 dengan mandat utama pemulihan ekosistem gambut dan mangrove.
Pemerintah menyebut BPGMN memiliki perbedaan struktural dibanding BRGM. Jika BRGM berada dalam koordinasi kementerian terkait, BPGMN akan langsung berada di bawah Presiden dengan dukungan anggaran tersendiri. Kepala BRIN Arif Satria juga menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung BPGMN, khususnya dalam penguatan teknologi deteksi dini dan pemantauan titik panas (hotspot)
Source: Kompas.id
Kementerian Kesehatan melaporkan sebanyak 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terjadi di tujuh provinsi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 18 Agustus hingga 21 September 2026. Dari total tersebut, 40.363 kasus dialami oleh kelompok balita.
Tujuh wilayah yang menjadi pemantauan meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Hingga 22 September 2026, Kemenkes mencatat masih terdapat 4.533 kasus ISPA yang masih dalam penanganan, sedangkan pasien lainnya telah dinyatakan pulih atau kembali dalam kondisi sehat.
Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara di tujuh provinsi terdampak berada pada tingkat tidak sehat hingga berbahaya. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH, Edward Nixon Pakpahan, menyebutkan bahwa pada 22 September pukul 14.00 WIB, kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan masuk dalam kategori berbahaya.
Kemenkes mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat asma maupun penyakit paru-paru, agar membatasi paparan asap, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan selalu memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas.
Source: antaranewscom
.
Pantauan drone merekam kualitas udara yg masih buruk dan tidak sehat di Kalimantan Tengah. Pantauan ini menujukan bahwa krisis karhutla belum juga berakhir.
Stay safe untuk saudara yg ada di Kalimantan.
Source: @nggalann
#kathutla #kalimantan #borneo #kalimantanmudaindonesia
.
Aktivis lingkungan dan konten kreator Andrew Kalaweit membagikan momen saat dirinya bersama tim tengah melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu dengan sebuah truk yang membawa kayu gelondongan berukuran besar, sebuah pemandangan yang kembali menyoroti tekanan terhadap keberadaan hutan Kalimantan.
Melalui Yayasan Kalaweit Indonesia, upaya konservasi terus dilakukan untuk melindungi hutan tropis, menjaga habitat satwa liar, serta menjalankan program rehabilitasi primata seperti owa atau gibbon.
Didirikan pada 1998 oleh Chanee Kalaweit, organisasi ini menjadi salah satu bagian dari gerakan konservasi yang berfokus pada perlindungan alam Indonesia.
Source: @andrewkalaweit
#kalimantan #borneo #karhutla
Wilayah konservasi Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) di Kalimantan Tengah mengalami kebakaran yang mengancam habitat konservasi orangutan. Ironinya, berdasarkan pemeriksaan lapangan, tim YOHK mendapati indikasi kesengajaan, meski pihak yang bertanggung jawab belum ditemukan.
Hingga saat ini tim YOHK masih mendalami kasus ini untuk mengusut pihak yang menyebabkan kebakaran.
source: @yohk.borneo.indonesia
#kebakaranhutan #kalimantan #karhutla
.
Kalimantan masih dibakar.
Krisis belum selesai.
Jangan alihkan perhatian.
#kalimantan #karhutla #kabutasap
Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan kini berdampak luas ke negara tetangga. Malaysia, Singapura, Brunei, hingga Filipina melaporkan penurunan kualitas udara akibat asap lintas batas ini.
Malaysia resmi menetapkan status darurat di Distrik Serian, Sarawak, pada Jumat (4/9), setelah Indeks Pencemaran Udara (API) menembus 519 — jauh di atas ambang darurat 500. Sejumlah sekolah ditutup dan kasus asma serta konjungtivitis meningkat.
Singapura mencatat Indeks Standar Polutan (PSI) mencapai 105 (kategori tidak sehat), terburuk sejak Oktober 2023. Kondisi ini diperkirakan bertahan hingga dua pekan ke depan akibat cuaca kering dan arah angin yang membawa asap dari Sumatra dan Kalimantan.
Data Sipongi Kementerian Kehutanan per 1 September mencatat lonjakan titik panas tajam, terutama di Kalimantan Barat (859 titik) dan Kalimantan Tengah (623 titik).
Sekretariat ASEAN telah menerapkan status Siaga Level 3 sejak 26 Agustus, mewajibkan pelaporan harian dari semua negara anggota. Kementerian Luar Negeri RI menyatakan terus berkoordinasi dengan negara terdampak sembari mempercepat penanganan karhutla di lapangan.
Sumber: Tirto.id, VIVA, CNBC Indonesia, CNN Indonesia, Katadata
#karhutla #kalimantan #borneo
NASA RILIS CITRA SATELIT: KALIMANTAN TERTUTUP ASAP PEKAT
National Aeronautics and Space Administration (NASA) baru saja merilis citra pulau Kalimantan yang terlihat tertutupi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Citra satelit tersebut ditangkap oleh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada satelit Aqua NASA pada 1 September 2026.
Dalam gambar tersebut, NASA menjelaskan setiap titik merah menggambarkan satu ‘deteksi kebakaran’, yakni piksel di mana sensor dan algoritma menentukan adanya anomali termal yang mengindikasikan kebakaran.
Dalam lamannya, NASA juga menyebutkan kebakaran lahan gambut merupakan tantangan yang berulang di Indonesia, terutama ketika sedang dilanda kekeringan. Sebagai informasi, Indonesia sendiri adalah rumah bagi sekitar 36% lahan gambut tropis dunia.
Melalui unggahan akun bernama @ayurukmini294 yang menjadi viral karena memperlihatkan bahwa akhirnya hujan kembali turun setelah kemarau berkepanjangan. Kejadian ini terjadi pada 2 September 2026. Diketahui bahwa wilayah yang dituruni hujan tersebut terjadi di wilayah Angsana, Kab. Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Banyak netizen yang mengungkapkan syukur atas turunnya hujan tersebut. Namun, uniknya hujan yang turun diperlihatkan berwarna hitam yang dianggap menyimpan debu akibat karhutla yang masih terjadi hingga saat ini.
#karhutla #kalimantan #borneo
Dua relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah meninggal dunia dalam rentang tiga hari setelah mengalami gangguan kesehatan saat bertugas. Akhmad Rizani, Ketua TSAK Jekan Raya, Palangka Raya, mengalami sesak napas dan kondisi menurun setelah memadamkan kebakaran lahan di Jalan Rungan. Setelah menjalani perawatan selama enam hari, ia meninggal pada Kamis (27/8/2026).
Tiga hari berselang, Ahmadin alias Itam Madin, relawan Damkar Huma Singgah Itah di Kotawaringin Barat, juga meninggal dunia setelah kondisinya memburuk. Ia sebelumnya menjalani perawatan akibat sesak napas usai terlibat dalam penanganan karhutla. Dua kepergian ini menjadi duka bagi para relawan yang berada di garis depan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. 🕊️
