Senin, 16 Maret 2026
09.30–12.00
Achter Sint Pieter 200, Utrecht
(Johanna Hudig Building, Alex Brenninkmeijer Room)
Utrecht University
Seminar ini merupakan diseminasi awal dari sebuah ekspedisi riset yang menelusuri frontier ekstraksi di Kalimantan, dari kawasan Pegunungan Meratus di perbatasan Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—wilayah yang kini semakin terkait dengan ekspansi proyek Ibu Kota Nusantara (IKN)—hingga jaringan sungai utama seperti Sungai Katingan, Mentaya, dan Seruyan, serta wilayah perbatasan Lamandau dengan Kalimantan Barat.
Seminar ini menyajikan temuan awal riset mengenai green laundering, pembangunan, dan kejahatan lingkungan di Kalimantan Tengah. Diskusi ini menelaah secara kritis bagaimana agenda pembangunan—yang sering dipromosikan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan transisi menuju keberlanjutan—justru berkelindan dengan praktik ekstraksi sumber daya yang merusak, termasuk timber laundering serta berbagai mekanisme regulasi yang mengaburkan batas antara legalitas dan ilegalitas.
Seminar ini juga akan mendiskusikan bagaimana sungai-sungai di Kalimantan berfungsi sebagai frontier ekonomi yang menghubungkan hutan dengan pasar global. Dalam proses tersebut, jaringan oligarki lokal sering berperan sebagai broker bagi kapital global, sementara konsesi kehutanan kerap bertumpang tindih dengan konsesi perkebunan sawit dan pertambangan. Pada saat yang sama, masyarakat adat menghadapi pendudukan, hilangnya kontrol atas wilayah adat, serta kriminalisasi terhadap praktik-praktik adat. Serta bagaimana paradoks pembangunan berkelanjutan: bagaimana proyek-proyek yang dipromosikan sebagai solusi hijau—mulai dari restorasi gambut hingga perdagangan karbon—berkembang bersamaan dengan dinamika baru ekstraksi sumber daya. Dalam banyak kasus, proyek-proyek tersebut beroperasi dalam ruang abu-abu tata kelola sumber daya alam yang justru berpotensi memperluas praktik greenwashing dan memicu bentuk-bentuk baru kejahatan lingkungan.
Kontributor Seminar :
Mariyam Jameelah & Seno A.K. – Development, timber laundering, and contested legality in Borneo
Discussant :
Kei Otsuki – Rivers as frontier spaces, political economy, and the role of development narratives in shaping environmental governance and crime
Opening Speech :
Titi Haryati – Direktur Kalimantan Muda Indonesia
Seminar ini dirancang sebagai sesi diskusi interaktif dan terbuka bagi peneliti yang bekerja di bidang environmental crime, development studies, political economy, socio-legal research, dan environmental governance.
Informasi Terkait
Jangan lupa melakukan Pendaftaran melalui halaman acara:
https://www.uu.nl/en/events/seminar-when-development-meets-crime-the-myth-of-growth-in-borneo




